Indonesia

TKN dan BPN Teken Kesepakatan Kedepankan Kepentingan Anak di KPAI

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengundang pihak Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, ke kantornya, Jakarta. Ketiga pihak ini menandatangani nota kesepahaman.

Penandatanganan dilakukan usai KPAI mendapati foto seseorang diduga masih usia anak dan bertuliskan pernyataan rela gugur atas nama jihad yang akan dilakukan pada 22 Mei 2019, sebagai respons pengumuman KPU terhadap hasil Pemilu 2019.

Ketua KPAI Susanto, membaca 7 poin kesepakatan. Pertama, mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dalam proses demokrasi, yang berlangsung pada Pemilu 2019.

“Kedua, tidak memprovokasi, melakukan indoktrinasi, hasutan, dan menyebar ujaran kebencian kepada anak untuk melakukan tindakan berbahaya dan melawan hukum,” kata Susanto di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Ketiga, memberikan edukasi tentang demokrasi, yang konstitusional kepada anak. Kemudian keempat, mencegah beredarnya narasi-narasi negatif yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Karena anak memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang baik.

“Kelima, bersepakat mencegah terjadinya pelibatan anak pada demonstrasi dan kerumunan, yang membahayakan anak,” jelas Susanto.

Keenam, lanjut dia, mendorong semua Kementerian/Lembaga daerah untuk bersikap aktif, melakukan upaya perlindungan terhadap anak pada proses demokrasi yang berlangsung.

“Terakhir, menghimbau kepada seluruh satuan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, keluarga dan orang tua, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan pelibatan anak dalam kegiatan politik,” pungkas Ketua KPAI ini.

Anak Anak Ikut Kampanye

Tiga seniman egrang membawa poster Kampanye Aman Untuk Anak pada acara Deklarasi Pemilu Ramah Anak di Gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu (17/3). KPU melarang anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas kampanye politik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, KPAI menemukan adanya ratusan anak dan balita yang menghadiri kampanye Pilpres 2019, baik dari kubu pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Usai kampanye terbuka calon presiden nomor urut 01 Jokowi di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang pada Selasa, 9 April 2019, KPAI bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan ratusan anak dan balita yang terlibat dalam kampanye tersebut.  Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan, ratusan anak di bawah umur yang hadir diajak orangtua dan lembaga pendidikan pesantren yang diduga berasal dari wilayah Kabupaten Ciamis.

“Sangat kita sayangkan ada pengakuan dari anak yang diwawancarai bahwa mereka diajak sebetulnya untuk pergi ke Jakarta mengunjungi salah satu keluarga pengasuh, namun ternyata mereka diajak kedalam arena kampanye terbuka Capres 01. Hal ini tentu melukai perasaan anak terkait informasi awal yang tidak sesuai dengan kenyataan,” ujar Jasra seperti dikutip dari laman resmi KPAI, Jumat 12 April.

Jasra mangatakan, ratusan anak yang ditemukan pada kampanye itu terlihat menggunakan atribut kampanye seperti baju kaos, jilbab, caping (topi tani) dan atribut lainya. Banyak anak yang merasakan kelelahan serta menangis akibat terik matahari. Hal ini dapat memberikan dampak fisik dan psikis bagi tumbuh kembang anak. 

KPAI juga menegaskan, masalah tersebut tak terjadi apabila semua pihak memberikan perhatian pada perlindungan anak dan pemenuhan hak anak. Temuan ini akan segera ditindak lanjuti Bawaslu sesuai dengan mandat Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 Pasal 280 ayat 2 huruf k terkait larangan warga negara yang tidak memiliki hak memilih.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini

Related Articles

Close