Indonesia

Top 3 Tekno: WhatsApp Rentan Dibobol Hacker Curi Perhatian

Liputan6.com, Jakarta – Baru-baru ini, kerentanan keamanan yang dimiliki WhatsApp dimanfaatkan hacker untuk menyebarkan spyware.

Artikel tentang pembobolan aplikasi pesan milik Facebook itu mencuri perhatian pembaca kanal Tekno Liputan6.com pada Kamis (16/5/2019).

Artikel lain yang juga menjadi perhatian, termasuk seorang remaja melakukan aksi bunuh diri gara-gara fitur polling di Instagram, dan imbauan BSSN untuk meng-update aplikasi WhatsApp.

Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa intip ketiga artikel tersebut berikut ini.

1. HEADLINE: WhatsApp Rentan Dibobol Hacker, Awas Pencurian Data Pribadi

Ilustrasi Whatsapp (Foto: Unsplash.com/ Rachit Tank)

Lebih dari 1,5 miliar pengguna didesak untuk memperbarui aplikasi WhatsApp. Imbauan ini muncul di tengah berita soal adanya panggilan suara misterius lewat WhatsApp yang tampaknya berbahaya, dan memungkinkan peretas mengakses smartphone pengguna.

Kerentanan keamanan ini bisa membuat peretas menyebarkan spyware, bahkan jika pengguna tidak menjawab panggilan tersebut.

Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak pengguna yang ditargetkan atau terpengaruh. Untuk menangkal hal tersebut, selain memperbarui perangkat lunaknya, WhatsApp juga menambal celah keamanan.

Selengkapnya baca di sini

 

2. Remaja Bunuh Diri Gara-Gara Fitur Polling di Instagram

Ilustrasi Bunuh Diri (iStockphoto)

Seorang remaja putri berusia 16 tahun di Malaysia dikabarkan membunuh dirinya sendiri setelah mengunggah sebuah polling di Instagram.

Rupanya, dalam unggahannya, gadis tersebut bertanya kepada follower-nya apakah dia harus bunuh diri atau tidak. Alih-alih menyarankan remaja tersebut untuk tidak bunuh diri, pengguna malah memilih bunuh diri dengan persentase 69 persen.

Mengutip laman The Guardian, Jumat (17/5/2019), kepolisian di Sarawak, Malaysia, mengatakan, gadis yang tidak disebutkan namanya itu mengunggah foto di Instagram dengan pesan, “sangat penting. Bantu aku untuk memilih D/L.”

Selengkapnya baca di sini

3. BSSN Imbau Pengguna WhatsApp Segera Perbaru Aplikasi

WhatsApp. telegraph.co.uk

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) langsung menerbitkan imbauan untuk para pengguna WhatsApp menyusul ditemukannya spyware yang menyerang aplikasi chatting tersebut.

Melalui akun Twitternya, BSSN mengingatkan agar para pengguna segera memperbarui aplikasi WhatsApp di perangkatnya. Hal ini dilakukan karena adalah celah keamanan Remote Code Execution (RCE).

“Celah keamanan Remote Code Execution (RCE) CVE-2019-2568 pada WhatsApp memungkinkan penyerang mengeksploitasi fungsi panggilan telepon dan menginstalasi malware secara remote. Segera update aplikasi WhatsApp,” tulis akun @BSSN_RI.

Selengkapnya baca di sini

(Ysl/Isk)

Related Articles

Close