Indonesia

Realistis, Tata Motors Pilih Fokus Segmen Kendaraan Niaga

Liputan6.com, Jakarta – Sejak menancapkan kuku bisnisnya di pasar otomotif nasional pada 2012, Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) menawarkan produk kendaraan penumpang dan niaga.

Selang beberapa tahun ke depan, pabrikan asal India itu tidak lagi meniagakan produk kendaraan penumpangnya, seperti Tata Storme, Aria dan Vista. Mereka pun berfokus pada segmen kendaraan niaga.

Beragam produk terus dihadirkan. Bahkan di tahun ini, mereka berencana menghadirkan tujuh (7) model baru.

Potensi besar menjadi alasan Tata Motors bermain di segmen kendaraan niaga. Terlebih lagi, mereka melihat saat ini kondisi perekonomian Indonesia terus membaik. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan komoditas energi, konstruksi dan logistik.

“Kuartal pertama 2019 pasar mobil penumpang trennya menurun, sementara komersial meningkat. Jadi fokus kami saat ini pada kendaraan komersial saja. Lebih menjanjikan,” aku Presiden Direktur TMDI Biswadev Sengupta di Jakarta, Rabu (15/5) malam.

“Pertumbuhan kebutuhan komoditas energi, konstruksi dan logistik di Indonesia terus tumbuh. Kondisi ini meyakinkan kami untuk fokus menjual mobil komersial,” Biswadev menambahkan.

 

Model Baru

Hal inilah yang membuat Tata Motors enggan kembali bermain mobil penumpang. “Kami memiliki beragam mobil penumpang yang bagus, tetapi untuk Indonesia, pasar yang menjanjikan adalah segmen komersial,” ujarnya.

Sekadar informasi, di sepanjang tahun ini Tata Motors akan merilis secara bertahap 7 model barunya.

Adapun model yang bakal dirilis antara lain Tata Super Ace HT2 facelift, Tata LPT 407-34 WB, Ultra 1014-45 & 33 WB, Tata LPT 813-38 WB, tata LPT 1116-42 WB, tata Prima 3338.K 8×4 52 WB, dan Tata Prima 3132 T.

Related Articles

Close