Indonesia

HEADLINE: Shopee Liga 1 2019 Bergulir, Janjikan Kompetisi Lebih Seru dan Kompetitif

Liputan6.com, Jakarta – Gong Shopee Liga 1 2019 telah ditabuh, Rabu (15/5/2019) malam. Di kandang sendiri, Stadion Maguwoharjo, tim promosi PSS Sleman sukses memetik kemenangan 3-1 atas tim kuat Arema FC di laga pembuka.

Dalam laga yang disiarkan di Indosiar ini, tiga gol PSS dicetak Brian Ferreira, Yevhen Bokhashvhili, dan Rangga Muslim pada menit kedua, 57, dan 82. Sedangkan satu-satunya gol balasan Arema FC dicetak Sylvano Comvalius pada menit ke-29.

Kemenangan ini tentu saja langsung mengangkat kepercayaan diri Tim Super Elang Jawa untuk berprestasi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini.

Di sisi lain, bagi Arema FC, kekalahan di laga yang sempat terhenti karena ketegangan suporter ini jadi modal buruk untuk mengarungi kompetisi yang rencananya berakhir Desember mendatang.

Sebab, seperti musim-musim sebelumnya, tahun ini, klub berjulukan Tim Singo Edan ini juga kembali mencanangkan target finis di papan atas Shopee Liga 1 2019.

 

Bisa dipastikan, Arema FC harus bekerja ekstrakeras untuk mewujudkan target mereka itu, apalagi jika ingin jadi yang terbaik seperti di musim 2009/10, saat mereka jadi juara Liga Indonesia. Pasalnya, pesaing Arema FC cukup banyak dan tentu saja tak kalah berkualitas.

Persija Jakarta tentu saja harus disebut pertama sebagai salah satu tim unggulan di Shopee Liga 1 2019 ini. Pasalnya, klub kebanggaan masyarakat ibu kota itu hadir sebagai juara bertahan.

Infografis Kompetisi Shopee Liga 1 2019 (Liputan6.com/Abdillah)

Jelang Shoppee Liga 1 2019, Tim Macan Kemayoran juga berbenah cukup banyak. Selain mempertahankan penyerang Marko Simic, yang musim lalu mencetak 18 gol, mereka juga mendatangkan bek tangguh Steven Paulle (Prancis) yang musim lalu membela PSM Makassar dan gelandang Bruno Maitos dari Brasil.

Sementara di sektor pelatih, Ivan Kolev didatangkan untuk menggantikan Stefano Teco Cugurra. Ivan Kolev cukup berpengalaman di kancah sepak bola Indonesia. Jelas sekali, ada ambisi Persija untuk kembali jadi yang terbaik se-Indonesia.

Namun, Kolev sendiri agak hati-hati bicara soal kemungkinan Macan Kemayoran mengulang sukses musim lalu. Pelatih asal Bulgaria itu pun tak menyangkal, persaing akan sulit di Shopee Liga 1 2019. “Saya lihat semua tim di Indonesia sangat serius melakukan persiapan untuk membangun tim,” kata Ivan Kolev.

Ancaman PSM dan Persib

Persija Jakarta kembali diunggulkan jadi juara musim ini. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Soal ambisi jadi juara, tanyakan juga kepada PSM Makassar. Sudah dalam dua musim terakhir, saat Liga Indonesia menggunakan format Liga 1, Tim Juku Eja dibikin geregetan karena selalu gagal di ujung kompetisi.

Di Liga 1 2017 mereka menduduki posisi ketiga, sementara di Liga 1 2018, mereka meraih posisi runner-up. Musim ini pasti PSM Makassar tak mau gagal lagi.

“Target kami selalu juara, seperti tahun-tahun sebelumnya. Semoga tahun ini kami bisa menjadi juara,” kata CEO PSM, Munafri Arifuddin menegaskan.

Persib Bandung juga punya ambisi yang meledak-ledak untuk jadi juara liga. Sejak terakhir jadi yang terbaik di Indonesia Super League 2014, Tim Maung Bandung belum lagi merasakan nikmatnya mengangkat trofi liga.

PSM Makassar masih berambisi jadi juara. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Dan, seperti musim-musim sebelumnya, musim ini, Persib kembali mendatangkan sejumlah bintang untuk menambah masif amunisi mereka. Sebut saja Artur Gevokyan (Turkmenistan), dan Rene Mihelic (Slovenia).

Persib juga masih berharap Fabiano Beltrame segera beres proses naturalisasinya sehingga bisa menjadikan kekuatan pasukan Tim Pangeran Biru itu semakin mengerikan.

Ambisi Madura United

Bintang-bintang andalan Madura United: Aleksandar Rakic bersama Jaimerson dan Greg Nwokolo. (Bola.com/Aditya Wany)

Selain Persib, masih ada Bali United, yang kerap disebut-sebut sebagai salah satu tim elite Liga 1. Musim ini, dengan materi lokal mumpuni seperti Irfan Bachdim Stefano Lilipaly, Ricky Fajrin, serta M.Taufik, Bali United jelas siap bersaing dengan timt-tim yang disebut di atas. Apalagi, mereka juga kedatangan playmaker asing yang sempat sukses bersama Bhayangkara FC, Paulo Sergio.

Jangan lupakan pula Madura United, yang sudah sejak musim lalu berambisi merebut mahkota Liga 1. Modal pun sudah mereka siapkan.

Madura United termasuk salah satu klub yang paling rajin mendatangkan pemain bintang. Musim ini pun pemain asing yang mereka datangkan kelasnya juga nomor wahid. Ada Jaimerson Xavier, Zah Rahan Krangar, serta Aleksandar Rakic, penyerang asal Serbia, yang jadi pencetak gol terbanyak Liga 1 2018 dengan 21 gol.

Tak Hanya itu, mereka juga mendatangkan empat pemain tim nasional; Sebut saja kiper Muhammad Ridho Djazulie, Zulfiandi, Alberto “Beto” Goncalves (naturalisasi), serta Andik Vermansah. Tak heran, banyak yang menyebut Madura United tak ubahnya Los Galacticos.

Persaingan Sengit

Bek Persib Bandung, Bojan Malisic, menendang bola saat melawan Persiwa Wamena pada laga Piala Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (11/2). Persib menang 7-0 atas Persiwa. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Nah, dengan kondisi seperti ini, bisa dibayangkan “chaos”-nya persaingan di papan atas Shopee Liga 1 2019. Yang jelas, kekuatan klub-klub papan atas semakin rata. Rasanya sulit melihat kemungkinan salah satu dari mereka bakal dominan.

“Saya pikir peta kekuatan seperti tahun lalu. Cukup sulit persaingannya dari papan bawah sampai papan atas. Tidak ada satu pun tim yang kami anggap lemah,” ujar Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya Surabaya.

Persebaya sendiri termasuk salah satu klub yang patut diperhitungkan musim ini. Mereka memang baru promosi di Liga 1 2018, namun, “habitat” mereka sesungguhnya memang ada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dan, terbukti, di musim pertama di Liga 1, mereka sukses menembus lima besar di akhir musim Liga 1 2019. Tak heran, mereka pun langsung kembali masuk jajaran tim elite seperti Barito Putera, Borneo FC, atau Bhayangkara FC.

Hal lain, yang membuat Shopee Liga 1 2019 berpotensi menjadi kompetisi yang kompetitif adanya jaminan bahwa kompetisi ini akan berlangsung bersih, bebas dari pengaturan skor.

Hal ini diungkap langsung oleh Dirk Soplanit, Direktur Intern PT. LIB, selaku operator Shopee Liga 1 2019. Dia berharap Shopee Liga 1 2019 akan jaditonggak untuk menuju prestasi dan tolak ukur yang lebih berkualitas, jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Kami juga berharap bisa menyajikan kompetisi yang bersih, kompetitif, fair play dan menjadikan hiburan yang berkelas bagi seluruh penikmat sepakbola nasional,” ujar Dirk.

Hal itu dimungkinkan, karena kata Dirk, mulai musim ini penunjukkan wasit Liga 1 tidak lagi dilakukan oleh PSSI ataupun PT. LIB. Melainkan oleh badan perwasitan khusus yang independen.

Prospek Tim Promosi

Semen Padang membidik posisi lima besar di akhir musim. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sophee Liga 1 2019 juga menjanjikan perlawanan sengit dari tim-tim promosi: PSS, Semen Padang, dan Kalteng Putra. Pasalnya, ketiga ini tim ini memang berambisi berbuat sesuatu, bukan sekadar bertahan di musim depan.

Semen Padang, bahkan mematok target menembus lima besar. Hal itu mereka ungkap saat launching tim, beberapa lalu.

“Saya berharap para pemain mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan bersaing dengan klub lainnya dalam menghadapi liga,” ujar CEO PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Rinold Thamrin.

Semen Padang kembali lagi ke level atas setelah semusim bermukim di Liga 2. Dan, untuk mewujudkan ambisi menembus lima besar, sejumlah bintang pun didatangkan.

Mereka cukup agresif di bursa transfer kali ini dengan mengganti hampir 50 persen pemain lama. Nama-nama baru seperti Teja Paku Alam, Syaiful Indra Cahya, Dedi Gusmawan, pun resmi bergabung. Mereka juga memboyong sederet pemain asing: Jose Sardon (Argentina), Shukurali Pukatov (Uzbekistan), Alberto Barcia (Argentina), dan Karl Max Bathelemy (Chad).

Kalteng Putra juga begitu. Meski baru pertama kalinya tampil di level Liga 1, Kalteng Putra punya peluang untuk membuat kejutan. Pasalnya, sudah sejak musim lalu di Liga 2, mereka jadi tim yang cemerlang.

Musim ini, di Shopee Liga 1 2019 dengan tambahan sejumlah pemain berpengalaman, serta empat orang pemain asing bukan tak mungkin Kalteng Putra bisa menembus papan tengah.

Sementara bagi PSS, kemenangan atas Arema FC, jelas jadi modal berharga untuk terus berprestasi gemilang. Tinggal kita tunggu sejauh mana mereka melangkah…

Related Articles

Close