Indonesia

Ini Peran Istri saat Ramadan yang Tak Boleh Diabaikan!

Liputan6.com, Jakarta Wanita punya andil penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan berkeluarga. Di tengah padatnya rutinitas sehari-hari, sosok istri harus mampu membina keharmonisan keluarga.

Terlebih lagi selama menjalankan puasa di bulan Ramadan, di mana istri memberikan peran ekstra bagi keluarganya. Peran seperti apakah itu?

Para wanita, inilah peran penting istri saat Ramadan yang tak boleh diabaikan, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Menyiapkan Menu Makanan Selama Bulan Ramadan

Tanpa disuruh sekalipun, setiap orang bisa mengambil makanan dan minumannya sendiri. Tapi, bagaimana dengan menyiapkan makanan?

Apakah semua orang bisa melakukannya? Belum tentu, justru dalam situasi seperti inilah peran seorang istri sangat dibutuhkan.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi selama Ramadan juga tidak boleh sembarangan. Istri harus memastikan kualitas makanan, sehingga anggota keluarga yang menyantapnya tidak sakit perut atau diare.

2. Memastikan Keuangan Keluarga Aman Terkendali

Ilustrasi mengatur keuangan.

Pendapatan sebesar apapun kalau tidak dikelola dengan baik pasti jumlahnya akan selalu kurang. Tapi dengan peran istri, pendapatan sekecil apapun bisa saja cukup atau malah bersisa, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan lain.

Apalagi selama Ramadan, kebutuhan hidup itu meningkat dua kali lipat daripada bulan biasanya. Bukan hanya untuk membeli bahan makanan sahur dan berbuka, tapi juga membeli baju lebaran. Bila tidak dikelola secara teliti, pendapatan bisa cepat ludes atau bahkan minus.

3. Bertanggung Jawab atas Kesehatan Keluarga

Saat suami atau anak sakit, siapa yang akan bertanggung jawab mengurusinya? Sudah pasti seorang istri, bukan?

Maka dari itu, istri perlu memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi oleh keluarga selama bulan puasa. Sehingga anggota keluarga terhindar dari bibit penyakit.

Bila anggota keluarga sakit, istri juga yang akan kerepotan mengurusinya. Akibatnya, pekerjaan istri menjadi berkali-kali lipat lebih banyak selama bulan puasa.

Sebelum hal ini menimpa, maka seorang istri perlu memikirkan cara terbaik untuk mengantisipasi datangnya penyakit.

4. Menciptakan Suasana yang Tenang dan Nyaman

Ilustrasi Foto Ibu dan Anak Perempuan (iStockphoto)

Jika suami berperan untuk mencari nafkah, maka istri berperan untuk menciptakan suasana tenang dan damai di dalam sebuah keluarga. Segala perkelahian, amarah, dan pengaruh negatif harus segera dihilangkan sebelum menjadi toxic bagi keharmonisan keluarga.

Menciptakan ketenangan tentu saja membutuhkan strategi, khususnya saat menghadapi anak kecil. Bayangkan jika anak rewel, suasana di dalam rumah seketika berubah menjadi riuh dan tidak menyenangkan, bukan?

5. Mampu Meringankan Beban Suami

Seorang suami tentunya tidak perlu memikirkan pekerjaan rumah setelah pulang kerja nanti. Sebab, semua pekerjaan rumah sudah diambil alih oleh sang istri.

Mulai dari membersihkan rumah, melipat kain atau pakaian, menyiapkan menu berbuka, hingga membantu anak mengerjakan tugas sekolah, dan lainnya.

Boleh saja jika suami ingin membantu istri mengerjakan tugas rumah selepas kerja. Tapi kalau sudah terlanjur capek, suami bisa beristirahat sejenak sebelum menikmati momen seru bersama keluarga di malam hari.

6. Meredam Amarah di Tengah Keluarga

Ilustrasi Foto Keluarga (iStockphoto)

Pertengkaran di dalam keluarga memang tidak bisa dihindari. Bukan hanya pertengkaran antara suami dan istri, tapi juga suami dan anak.

Sebelum situasi semakin memanas, istri harus berusaha mencari cara untuk meredam pertengkaran tersebut. Cara yang paling umum digunakan adalah melerai.

Tidak berhenti sampai disitu, istri juga harus mampu mengingatkan suami dan anak akan dampak bertengkar di bulan puasa. Sehingga keduanya mau berdamai dan suasana tenang serta damai pun kembali tercipta di tengah-tengah keluarga.

7. Mengurus Suami dan Anak-Anak

Istri yang cakap tidak hanya pintar mengurus dirinya sendiri, tapi juga mengurus suami dan anak. Mulai dari menyiapkan pakaian suami sebelum bekerja, membangunkan anak sekolah, menyusui anak jika masih punya bayi, menyiapkan menu sahur, dan masih banyak lagi.

Pekerjaan ini tentu saja menguras banyak tenaga. Tapi seorang istri harus mau melakukannya dengan tulus dan ikhlas, sehingga pahala yang didapatkan di Bulan Ramadhan semakin bertambah besar.

Jadikan Ramadan sebagai Momen untuk Introspeksi Diri

Keutuhan sebuah keluarga tidak akan bisa terjaga tanpa bantuan seorang istri. Maka dari itu, jangan pernah meremehkan perannya dalam hal apapun.

Sebagai istri idaman, jalankan peran dalam keluarga sebaik-baiknya. Sehingga keharmonisan keluarga tetap terjaga. Lakukan introspeksi diri di momen Ramadan ini dan lakukan yang terbaik untuk keluarga tercinta.

Related Articles

Close