Indonesia

Ini Kronologi Kasus Ratna Sarumpaet, dari Penyelidikan hingga Tahap Persidangan

Liputan6.com, Jakarta Persidangan lanjutan atas kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet kembali digelar. Dalam sidang lanjutan kasus Ratna Sartumpaet, Rocky Gerung dan Tompi di datangkan sebagai saksi persidangan yang digelar pada Selasa (23/4/2019) lalu. 

Meskipun didatangkan sebagai saksi sidang, tapi menurut Ratna Sarumpaet kehadiran keduanya dianggap kurang tepat dengan sangkaan Jaksa Penuntut Umum.

“Itu enggak ada hubungannya dengan sangkaan. Keterlibatan mereka kan pada awal. Kan, itu sudah diakui kebohongan. Jadi, ngapain lagi (diminta jadi saksi),” ujar Ratna.

Dalam persidangan tersebut Ratna Sarumpaet pun sempat berterima kasih pada Tompi yang telah peduli dan juga menyadarkan dirinya untuk berhenti berbohong. Meski begitu, Ratna Sarumpaet pun tak memahamai mengapa Tompi harus dihadirkan pada sidangnya.

Kronologi awal kasus Ratna Sarumpaet

Terdakwa kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019). (Merdeka.com/Ronald)

Kasus yang melibatkan Ratna Sarumpaet berawal dari foto dirinya berwajah babak belur beredar pada Selasa (2/10/2018). Hal ini pula yang membuat banyak pertanyaan tertuju pada Ratna Sarumpaet. Bahkan tak sedikit netizen yang ikut berkomentar terkait dengan wajah lebam ibu dari aktris Atiqah Hasiholan.

Awal kemunculan kabar mengenai wajah lebam Ratna Sarumpaet sendiri ialah adanya kabar penganiayaan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Namun saat pihak bandara mengkonfirmasi tak ada bukti CCTV atas penganiayaan di bandara, dan berbagai spekulasi pun bermunculann.

Banyaknya berita yang bermunculan akibat dari foto wajah lebam yang beredar, Ratna Sarumpaet pun mengadakan konferensi pers di kediamannya di Jakarta Timur.

Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (24/4/2019), Dalam konferensi pers tersebut, Ratna Sarumpaet pun mengakui jika ia tidak mengalami penganiayaan, akan tetapi baru menjalani operasi bedah plastik.

“Tanggal 21, saya mendatangi rumah sakit menemui dokter Sidik, bedah plastik. Kedatangan ke situ karena kami sepakat Beliau akan menyedot lemak. Dokter Sidik adalah dokter yang saya percaya,” ujarnya

Ratna Sarumpaet pun menambahkan, jika alasan ia berbohong adalah untuk membohongi anak-anaknya akibat adanya lebam pada wajah.

Jawaban itu terus dikorek dan saya tak pernah membayangkan akan terjebak dalam kebodohan ini, dan saya terus menutup rapat akan kebenaran pada anak-anak saya,” tambahnya.

Penyelidikkan Polisi tak ada aniaya tapi operasi plastik

Kabar mengenai adanya penganiayaan terhadarp aktivis Ratna Sarumpaet ini pun cukup menggegerkan publik. Akibat dari kegaduhan masyarakat tersebut, Polda Metro Jaya pun melakukan penyelidikkan atas dugaan penganiayaan tersebut. Namun saat telah dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian tak menemukan bukti adanya penganiayaan yang melibatkan aktivis tersebut.

Pihak kepolisian justru menemukan jika Ratna Sarumpaet pada 21 September 2018 tengah berada di salah satu rumah sakit khusus bedah plastik di Menteng, Jakarta Pusat. Bahkan dalam buku registrasi rawat inap di rumah sakit tersebut, Ratna masuk pada hari Jumat (21/9/2018) pukul 17.00 WIB dan keluar pada Senin (24/9/2019) pada pukul 21.28 WIB menggunakan moda transportasi taksi.

Akui kesalahan di sidang perdana

Setelah polisi melakukan penyelidikan, akhirnya polisi menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka atas kebohongan yang dibuatnya. Dan kasus itu dilanjutkan pada persidangan. Ratna dikenai status tahanan.

Pada sidang perdana kasus kebohongan Ratna Sarumpaet digelar pada Kamis (28/2/2019) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ratna Sarumpaet pun mengakui kesalahannya di hadapan majelis hakim.

“Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya ketahui baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ujar Ratna di sidang perdananya.

Namun, meski telah mengakui kesalahannya, Ratna Sarumpaet pun menyebutkan jika kasusnya bernuansa politik. Hal ini dikarenakan, menurut Ratna, ada beberapa poin yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Ia pun berharap jika kasus tersebut berakhir dengan keadilan dibanding kekuasaan.

“Saya hanya ingin mengatakan saya salah, tapi sebenarnya yang terjadi di lapangan dan proses penyidikkan, saya sadar ini politik, saya berharap kalau dipenjara karena pengadilan ini tidak apa, bahwa segalanyan di atas hukum, bukan kekuasaan,” ucap dia.

Pengakuan Rocky Gerung dan Tompi di sidang lanjutan

Pada sidang lanjutan atas kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung dan juga Tompi didatangkan sebagai saksi. Sidang kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 23 April 2019.

Dalam sidang kasus Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung yang didatangkan sebagai saksi pun mengaku jengkel. Hal ini lantaran ia merasa telah dibohongi oleh Ratna Sarumpaet sahabatnya sendiri. Bahkan Rocky Gerung yang kecewa mempertanyakan integritas Ratna sebagai seorang aktivis demokrasi.

“Saya jengkel kepada Ratna, kok begitu. Aktivis demokrasi bisa berbohong, jadi saya tagih integritasnya,” ujar Rocky.

Dalam keterangannya Rocky Gerung pun mengaku dihujat oleh para netizen karena dituding sebagai salah satu dalang kebohongan Ratna Sarumpaet. Padahal, dirinya juga menjelaskan jika Rocky menjadi bagaian dari korban kebohongan Ratna Sarumpaet.

Related Articles

Close