Indonesia

5 Catatan Pertemuan Liverpool vs Klub Spanyol di Turnamen Eropa

Liputan6.com, Liverpool – Liverpool akan menantang Barcelona di semifinal Liga Champions musim ini. Menghadapi Lionel Messi dan kolega, The Reds diprediksi harus berjuang keras untuk bisa lolos ke partai final.

Liverpool sukses melenggang keempat besar turnamen elite antarklub Eropa itu setelah menyingkirkan FC Porto dengan agregat 6-1. Pada pertemuan pertama di Stadion Anfield, mereka menang 2-0, sedangkan leg kedua di Estadio do Dragao mampu memetik kemenangan 4-1.

Di sisi lain, Barcelona berhasil melewati hadangan Manchester United. Skuat Catalan merengkuh kemenangan agregat 4-0 atas MU, dengan rincian menang 1-0 pada pertemuan pertama dan unggul 3-0 pada leg kedua.

Pada pertemuan pertama semifinal, Liverpool akan lebih dulu melawat ke markas Barca di Camp Nou pada 1 Mei 2019. Sementara itu, dalam laga leg kedua, skuat Si Merah akan menjamu Los Cules di Stadion Anfield pada 7 Mei 2019.

Bakal menghadapi Blaugrana, Liverpool berpeluang untuk bisa meraih tiket ke final Liga Champions. Sebab, dari enam pertemuan terakhir kontra Barca di seluruh ajang, The Reds memetik tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan dua kekalahan.

Meski begitu, Liverpool harus tetap mewaspadai Barcelona yang memiliki prestasi mengilap dalam satu dikade terakhir di Liga Champions. Selain itu, skuat si Merah juga memiliki tren buruk saat bersua klub asal Spanyol di turnamen Eropa.

Berikut ini adalah catatan pertemuan Liverpool kontra klub Spanyol:

 

Liverpool Vs Barcelona (16 Besar Liga Champions 2006-2007)

Gelandang Barcelona, Arda Turan, berusaha membobol gawang Liverpool pada laga ICC 2016 di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (6/8/2016). Liverpool berhasil menang 4-0 atas Barcelona. (AP/Frank Augstein)

Barcelona bukan lawan yang baru bagi Liverpool. Keduanya sudah cukup sering bertemu dengan total delapan kali pertemuan di laga kompetitif – laga nanti jadi kesembilan. Hasilnya cukup bagus bagi Liverpool.

Tim asal Merseyside menang tiga kali, Barcelona menang dua kali, dan sisanya berakhir dengan hasil imbang. Kedua tim terakhir bertemu pada musim 2006-2007 pada 16 besar Liga Champions.

Liverpool sukses menyingkirkan Barcelona dengan keunggulan agresivitas gol tandang 2-2. Liverpool menang 2-1 di Camp Nou pada leg satu, lalu kalah 0-1 di Anfield.

Tetapi, mereka tetap melaju karena agresivitas gol tandang. Dua gol Liverpool dicetak Craig Bellamy dan John Arne Riise, sementara dua gol Barca dicetak Deco dan Eidur Gudjohnsen.

Liverpool Vs Atletico Madrid (Semifinal Liga Europa 2009-2010)

Bek Liverpool Dominic Solanke berebut bola dengan pemain Atletico Madrid, Augusto pada final Audy Cup di Munchen, (2/8). Atletico menang 5-4 atas Liverpool lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1. (AFP Photo/Christof Stache)

Di bawah asuhan Rafael Benitez, Liverpool gagal melaju ke final Liga Europa 2009-2010 karena kalah agresivitas gol tandang 2-2. Kalah 0-1 di leg satu melalui gol yang dicetak Diego Forlan di Vicente Calderon, Liverpool menang 2-1 di leg dua.

Dua gol Liverpool di Anfield dicetak Alberto Aquilani dan Yossi Benayoun, tapi, gol Forlan bermakna gol tandang dan Liverpool disingkirkan oleh Atletico asuhan Quique Sanchez Flores.

Liverpool Vs Villarreal (Semifinal Liga Europa 2015-2016)

Segalanya seperti berjalan baik di setengah musim pertama Jurgen Klopp melatih Liverpool, menggantikan Rodgers. Klopp membawa Liverpool ke final Liga Europa dengan menyingkirkan Villarreal di semifinal dengan agregat gol total 3-1.

Kalah 0-1 di markas Villarreal melalui gol yang dicetak Adrian Lopez, Liverpool mengamuk di Anfield dan mencetak tiga gol via gol bunuh diri Bruno Soriano, Daniel Sturridge, dan Adam Lallana. Pertemuan itu jadi yang pertama bagi kedua tim di Eropa.

Pemain Villarreal, Denis Suarez (kiri), berebut bola dengan pemain Liverpool, Alberto Moreno, pada pertandingan leg pertama semifinal Liga Europa, di Stadion El Madrigal, Jumat (29/4/2016) dini hari WIB. (AFP/Jose Jordan)

Liverpool Vs Sevilla (Final Liga Europa 2015-2016)

Ekspresi Philippe Coutinho setelah Liverpool gagal meraih juara Liga Europa usai takluk 1-3 dari Sevilla pada partai final, di St Jakob-Park, Rabu atau Kamis (19/5/2016) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis).

Usai melalui hadangan Villarreal, Liverpool kembali dihadang tim Spanyol dalam upaya meraih titel Liga Europa. Sevilla jadi lawan Liverpool di final yang berlangsung di St Jakob-Park, Basel

Asa bagi Liverpool sempat muncul kala Sturridge membawa tim unggul di babak pertama. Akan tapi, Sevilla asuhan Unai Emery bangkit di paruh kedua dan berbalik unggul 3-1 melalui gol yang dicetak Kevin Gameiro dan dua gol Coke. Kandas sudah impian Klopp meraih trofi pertama untuk Liverpool.

Sumber: 90min

 

Related Articles

Close